---------- Forwarded message ----------
From: Handoko Hutomo <handokohutomo@gmail.com>
Date: Sun, 27 Sep 2009 18:43:22 +0700
Subject: Perjalanan Israel hari ke 7
To: "@@Israel(blogspot)" <handokohutomo.israel@blogger.com>, *Marco
<marc0_89@hotmail.com>, *sweety <tweety.michi@yahoo.co.id>
Pagi ini check out utk ke Gurun Sinai di Mesir.
Kembali melewati Jericho. Kota Jericho ini berada disamping laut mati
dan berada 400 meter di bawah permukan laut, tetapi bukannya air
berlimpah, tapi malah kering banget. Bahkan laut mati sampai mempunyai
kadar garam yg sgt tinggi krn sedikitnya kadar hujan disini. Kalau
hujan cukup banyak pasti sudah meluber dan menggenangi daerah ini.
Tapi ini gak pernah terjadi. Laut mati ini sejak thn 1920 terus
menyusut 1m setiap tahun dan makin tinggi kadar garamnya.
Selepas Jericho kita makan siang dipadang pasir. Ditempat ini beli air
sangat mahal, kalau di Jerusalem dan Tiberias utk 1 botol 600ml
harganya 1 US dollar, maka disini 3 US dollar.Di Mesir terutama di
Sinai (hotel StCatherine harganya 5 US dollar). Harga 1 kaleng
cocacola diYerusalem 6 shekel (2US dollar).
Terus dari sini ke perbatasan Israel Mesir (disebut Taba Border) krn
berada didaerah yg namanya Taba). Disekitar Taba dikelilingi oleh Laut
Merah yg dijadikan daerah wisata, baik di sisi Israel maupun disisi
Mesir. Namanya aja yg laut merah, wrn tetap biru laut. Setelah melalui
pemeriksaan (sekitar jam 16.00) keluar Israel dan pemeriksaan masuk
Mesir, kita menuju ke gunung Sinai (hotel St. Catherine).
Sepanjang perjalanan dikelilingi oleh gunung batu yg berwrn krem
kekuning sampai agak kemerahan. Seluruh perjalanan sejak Jordan,
Israel sampai Mesir, mayoritas pemandangannya adalah gurun yg dihiasi
gunung batu. Tapi gunung batu yg paling indah sebagian besar ada di
Mesir ini. Sepanjang perjalanan kita melihat gunung batu yg sgt terjal
tapi tidak bisa longsor krn hujan. Sebagian besar malah terkikis angin
selama ribuan tahun, terus retak atau patah dan menimpa batu
dibawahnya lalu longsor. Jalanan disini walaupun jalan utama antara
israel mesir tetapi sangat sepi, mungkin setiap 10 atau 15 menit baru
ketemu 1 mobil.
Sampai hotel jam 19.00, sebagian bersiap naik ke gunung Sinai jam
00.30. Tapi ada juga yg gak ikut krn ngantuk dan cuaca sangat dingin
(10 derajat celcius). Kesana menanjak naik unta selama 2jam,
dilanjutkan naik 750 anak tangga yg terjal (sekitar 1 jam).
Sunday, September 27, 2009
Perjalanan Israel hari ke 9 - Cairo
Pagi ini kita menuju ke pyramid dan sphynx. Lokasinya berdekatan dalam satu komplek ada beberapa pyramid.
Yang terbesar adalah pyramid raja Cheops. Yang Lebih kecil (bagian atas ada kerucut berwarna terang) adalah makam anaknya. Yg lain adalah makam permaisuri. Kemudian ada patung Sphynx sebagai penjaganya. Makam pyramid ini telah kosong krn dijarah pada abad pertengahan.
Tapi tiket masuk kesini benarbenar mahal utk ukuran kantong kita : 60 Egyptian Pound (60LE) setara dengan Rp120.000) perorang.
Setelah itu makan siang lalu ke gereja Abu Serga, tempat dimana yesus mengungsi selama peristiwa pembunuhan anak laki2 pada jaman herodes.
Setelah itu ke Hanging Church (Gereja Gantung). Disebut begitu krn letak gereja yang sangat tinggi spt terlihat di foto.
Sekitar ja 16.00 sampai digereja Santa Maria di Zaitun (Cairo). Di atas gereja ini yg dulu merupakan terminal angkutanKota, bunda Maria pernah menampakkan diri.
Malam hari kita bersiap untuk pulang pada keesokan harinya.
Yang terbesar adalah pyramid raja Cheops. Yang Lebih kecil (bagian atas ada kerucut berwarna terang) adalah makam anaknya. Yg lain adalah makam permaisuri. Kemudian ada patung Sphynx sebagai penjaganya. Makam pyramid ini telah kosong krn dijarah pada abad pertengahan.
Tapi tiket masuk kesini benarbenar mahal utk ukuran kantong kita : 60 Egyptian Pound (60LE) setara dengan Rp120.000) perorang.
Setelah itu makan siang lalu ke gereja Abu Serga, tempat dimana yesus mengungsi selama peristiwa pembunuhan anak laki2 pada jaman herodes.
Setelah itu ke Hanging Church (Gereja Gantung). Disebut begitu krn letak gereja yang sangat tinggi spt terlihat di foto.
Sekitar ja 16.00 sampai digereja Santa Maria di Zaitun (Cairo). Di atas gereja ini yg dulu merupakan terminal angkutanKota, bunda Maria pernah menampakkan diri.
Malam hari kita bersiap untuk pulang pada keesokan harinya.
Perjalanan Israel hari ke 8
Hari ini dari St.Catherine ke Cairo. Sepanjang perjalanan banyak terdapat gunung batu yang indah, tetapi makin dekat ke Cairo makin sedikit batu, tetapi makin banyak pasirnya. Sebelum masuk Cairo kita melewati terusan Suez dimana sebagian besar pendapatan Mesir berasal, selain tentu saja wisata yg berkaitan dgn pyramid dan makam Firaun. Terusan Suez ini adalah sebuah sungai buatan raksasa yg menghubungkan laut merah dan laut mediteran, sekaligus merupakan titik perbatasan antara 3 benua. Yaitu Eropa dibagian utara, Asia (dibagian timur, misalnya Israel) dan Afrika dibagian barat (Cairo dst). Jadi hari ini kita menyebrangi benua Asia ke Afrika melalui darat (terowongan dibawah Terusan Suez. Terusan Suez ini sangat besar dan dalam. Bahkan kapal paling besarpun bisa melewatinya. Karena ada perbedaan kettinggian air laut merah dan mediteran, maka dibuat pintu air yg sistemnya buka tutup agar kapan tidak bertabrakan krn hanyut oleh arus laut yg berbeda ketinggian.
Sebelum masuk kota kita melewati sungai Nil yg terkenal sebagai sungai terbesar di Mesir dimana pada jaman Perjanjian Lama, bayi Musa dihanyutkan untuk menyelamatkannya dari pembunuhan.
Kota Cairo adalah ibukota Mesir dgn penduduk 20 juta jiwa, 2x lipat Jakarta. Lalu Lintasnya semrawut. Diperempatan jalan lampu merah hampir gak diperhatikan lagi dan umunya nyetirnya ngebut. Kendaraan umum banyak VW combi.
Hari libur disin adalah Jumat dan Sabtu.Minggu adalah hari kerja yang pertama. Kebetulan sampai di Cairo hari Jumat, ada perkawinan di hotel dengan musik dibunyikan dgn volume maksimal, bahkan sampai di lantai 6 masih terdengar jelas. Malam kita berkeliling di sekeliling hotel ada 2 pesta perkawinan lain.
Sebelum masuk kota kita melewati sungai Nil yg terkenal sebagai sungai terbesar di Mesir dimana pada jaman Perjanjian Lama, bayi Musa dihanyutkan untuk menyelamatkannya dari pembunuhan.
Kota Cairo adalah ibukota Mesir dgn penduduk 20 juta jiwa, 2x lipat Jakarta. Lalu Lintasnya semrawut. Diperempatan jalan lampu merah hampir gak diperhatikan lagi dan umunya nyetirnya ngebut. Kendaraan umum banyak VW combi.
Hari libur disin adalah Jumat dan Sabtu.Minggu adalah hari kerja yang pertama. Kebetulan sampai di Cairo hari Jumat, ada perkawinan di hotel dengan musik dibunyikan dgn volume maksimal, bahkan sampai di lantai 6 masih terdengar jelas. Malam kita berkeliling di sekeliling hotel ada 2 pesta perkawinan lain.
Perjalanan Israel hari ke 6
Pagi hari berfoto dgn background kota Jerusalem, kemudian ke Gereja Santa Anna, tempat kelahiran Bunda Maria di rumah Santa Anna (ibu dari Santa Maria).
Jam 8.00 pagi ke Via Dolorosa. Adalah tempat Jalan Salib yg sebenarnya (dari mulai Yesus diadili sampai disalibkan). Terdapat gereja Holy Sepulchure di bukit Golgota. Gereja ini sangat tinggi dan mempunyai ornamen dinding yg sangat detail dan lampu2 yg sangat mewah. Disini terdapat batu tempat salib Yesus berdiri, pembaringan jenazah Yesus dan Kuburan Yesus.
Setelah berbelanja sebentar, lalu langsung ke Jericho dan ke Laut Mati (jam 17.30 tapi masih terang, gelapnya sekitar jam 19.00).
Di Laut Mati kadar garamnya sangat tinggi krn terpisah dari laut bebas, Krn kadar garamnya sangat tinggi maka kita bisa mengambang. Tapi air ini berbahaya kalau kena mata bisa iritasi berat. Dan tidak ada binatang laut yg bisa hidup. Tetapi konon air dan lumpurnya baik untuk perawatan kulit.
Jam 8.00 pagi ke Via Dolorosa. Adalah tempat Jalan Salib yg sebenarnya (dari mulai Yesus diadili sampai disalibkan). Terdapat gereja Holy Sepulchure di bukit Golgota. Gereja ini sangat tinggi dan mempunyai ornamen dinding yg sangat detail dan lampu2 yg sangat mewah. Disini terdapat batu tempat salib Yesus berdiri, pembaringan jenazah Yesus dan Kuburan Yesus.
Setelah berbelanja sebentar, lalu langsung ke Jericho dan ke Laut Mati (jam 17.30 tapi masih terang, gelapnya sekitar jam 19.00).
Di Laut Mati kadar garamnya sangat tinggi krn terpisah dari laut bebas, Krn kadar garamnya sangat tinggi maka kita bisa mengambang. Tapi air ini berbahaya kalau kena mata bisa iritasi berat. Dan tidak ada binatang laut yg bisa hidup. Tetapi konon air dan lumpurnya baik untuk perawatan kulit.
Thursday, September 24, 2009
Perjalanan Israel hari ke 5
Pagi ini jam 07.45 langsung ke Bethlehem, kurang lebih 30 menit. Ke Bethlehem melewati perbatasan Palestina, krn letaknya memang masuk dalam negara Palestina. Didalam sini ada gereja St.Catherine. Disana misa sebentar sementara menunggu giliran di Gereja Nativity. Tempat Yesus lahir ini didirikan Gereja Nativity, untuk masuk kesana harus antri hampir 1jam didalam gereja. Masuk ke guanya pun gak boleh lama lama. Berlutut cium tanda bintang di titik dimana Yesus lahir, foto sebentar lalu harus cepat keluar lagi karena rombongan lain sdh antri.
Makan siang di chinese food, (lagilagi pegawainya Arab semua , krn makannya di Palestina). Ternyata penjual souvenir atau restauran banyak yang bisa bahasa Indonesia atau memajang tulisan bahasa Indonesia spt Selamat datang, atau silakan belanja. Dan mereka fasih mengucapkan angka dalam bhs Indonesia.
Setelah makan siang kita ke yerusalem lagi, ke bukit Zion, gereja St.Peter Galicantu. Disini ada peristiwa Petrus menyangkal Yesus 3kali. Dan ada penjara bawah tanah dan tempat penyiksaan Yesus. Last supper juga diadakan di bukit Zion ini.
Setelah itu kemakam raja Daud. Disana ada beberapa Jewish yg sdg berdoa. Tempat doa utk wanita dan laki2 dipisah disekat.
Trus ke taman Getsemani tempat Yesus berdoa sebelum ditangkap. Ketaman itu kita melalui jalan turun yg sangat terjal. Di taman itu ada sebuah pohon zaitun yg umurnya sdh 2000 tahun dan menjadi saksi sejarah. Di batu tempat Yesus berdoa sekarang didirikan sebuah gereja.
Dilanjutkan ke Dominus Flevit, tempat Yesus menangisi bangsa Israel. Dari sini terlihat seluruh kota Jerusalem.
Ke kapel kenaikan Yesus, disini tempat Yesus diangkat ke surga dan ada batu bekas pijakan kakinya
Terakhir ke tembok ratapan (Wailing Wall). Disini tempat suci org Yahudi di tembok ini mereka berdoa untuk kedatangan raja (Mesias). Mereka tidak menganggap Yesus adalah Mesias. Para Rabbi (pendoa) banyak terlihat disini dgn busana dan potongan rambutnya yg khas. Di celah batu tembok ini banyak kertas kertas doa yg diselipkan berisi doa dan pengharapan orang orang.
Foto1: Gua kelahiran Yesus
Foto2:Gereja Nativity (kelahiran yesus)
Foto3:Tanda bintang di dlm gereja Nativity tempat Yesus lahir
Foto4:Makam Raja Daud dari ribuan tahun yll. Tempat paling suci yerusalem
Makan siang di chinese food, (lagilagi pegawainya Arab semua , krn makannya di Palestina). Ternyata penjual souvenir atau restauran banyak yang bisa bahasa Indonesia atau memajang tulisan bahasa Indonesia spt Selamat datang, atau silakan belanja. Dan mereka fasih mengucapkan angka dalam bhs Indonesia.
Setelah makan siang kita ke yerusalem lagi, ke bukit Zion, gereja St.Peter Galicantu. Disini ada peristiwa Petrus menyangkal Yesus 3kali. Dan ada penjara bawah tanah dan tempat penyiksaan Yesus. Last supper juga diadakan di bukit Zion ini.
Setelah itu kemakam raja Daud. Disana ada beberapa Jewish yg sdg berdoa. Tempat doa utk wanita dan laki2 dipisah disekat.
Trus ke taman Getsemani tempat Yesus berdoa sebelum ditangkap. Ketaman itu kita melalui jalan turun yg sangat terjal. Di taman itu ada sebuah pohon zaitun yg umurnya sdh 2000 tahun dan menjadi saksi sejarah. Di batu tempat Yesus berdoa sekarang didirikan sebuah gereja.
Dilanjutkan ke Dominus Flevit, tempat Yesus menangisi bangsa Israel. Dari sini terlihat seluruh kota Jerusalem.
Ke kapel kenaikan Yesus, disini tempat Yesus diangkat ke surga dan ada batu bekas pijakan kakinya
Terakhir ke tembok ratapan (Wailing Wall). Disini tempat suci org Yahudi di tembok ini mereka berdoa untuk kedatangan raja (Mesias). Mereka tidak menganggap Yesus adalah Mesias. Para Rabbi (pendoa) banyak terlihat disini dgn busana dan potongan rambutnya yg khas. Di celah batu tembok ini banyak kertas kertas doa yg diselipkan berisi doa dan pengharapan orang orang.
Foto1: Gua kelahiran Yesus
Foto2:Gereja Nativity (kelahiran yesus)
Foto3:Tanda bintang di dlm gereja Nativity tempat Yesus lahir
Foto4:Makam Raja Daud dari ribuan tahun yll. Tempat paling suci yerusalem
Monday, September 21, 2009
Perjalanan Israel hari ke 4
Tabga (Tiberias) tempat Yesus membuat keajaiban merubah roti dan ikan untuk 5000 orang.
Lalu ke sungai Yordan (Jordan Baptism) tempat Yesus dibaptis. Tempat aslinya berada di daerah konflik shg dibuat tempat lain sbg simbolik, yg berasal dari mata air yg sama. Disana kita memperbarui janji baptis di tepi sungai Yordan
Nazareth kota dimana Yesus berasal, mayoritas muslim. Disana kita ke gereja Kabar Bahagia dimana Bunda Maria menerima kabar bahwa dia mengandung bayi Yesus. Gereja ini adalah yg terbesar di Israel.
Haifa kota terindah di Israel. Kota ini pelabuhan utama di Israel darimana ekspor dan impor masuk.
Lalu ke sungai Yordan (Jordan Baptism) tempat Yesus dibaptis. Tempat aslinya berada di daerah konflik shg dibuat tempat lain sbg simbolik, yg berasal dari mata air yg sama. Disana kita memperbarui janji baptis di tepi sungai Yordan
Nazareth kota dimana Yesus berasal, mayoritas muslim. Disana kita ke gereja Kabar Bahagia dimana Bunda Maria menerima kabar bahwa dia mengandung bayi Yesus. Gereja ini adalah yg terbesar di Israel.
Haifa kota terindah di Israel. Kota ini pelabuhan utama di Israel darimana ekspor dan impor masuk.
Sunday, September 20, 2009
Israel di Tiberias - lain lain
Temperatur udara selama bulan September di Amman dan Tiberias kurang lebih sama spt di Jakarta . Tetapi khusus di Amman agak sedikit lebih dingin seperti di Bandung.
Koneksi Internet selama ini memakai Wifi di hotel atau di airport.
Di Abu Dhabi wifi tersedia di airport, tetapi tidak di Amman. Airport Amman memang besar tapi agak kuno. Kalau Abu Dhabi TV penunjuk jadwal pesawat sdh pakai LCD, kalau Amman masih TV tabung. Bahkan airport di Surabaya aja masih lebih bagus. Kalau Israel kita gak bakal tahu airportnya krn datang lewat darat, perginya juga nanti lewat darat lagi.
Lingkungannya sangat gersang baik di Abu Dhabi maupun Amman. Di Amman dimana-mana yg terlihat adalah padang pasir. Bahkan dari pesawat sebelum mendarat yg terlihat hampir semua padang gurun. Dari pesawat gurunnya terlihat seperti ular, bagus deh.
Tapi di Israel lingkungannya subur spt di Indonesia. Tapi suburnya tidak asli alias buatan, krn aslinya di Israel adalah padang gurun lho...
Di hotel Tiberias Wifi internet tersedia gratis dan lumayan cepat.
Lalu lintas di Amman sangat sepi, mobil dan penduduknya gak begitu banyak. Di Tiberias juga begitu. Apalagi disini berlaku yang namanya hari Sabbat yang berlaku dari sabtu sore sampai minggu malam. Bahkan yang beragama Yahudi fanatik, nyetir mobil atau menulis bahkan nulis atau mencet tombol lift aja tdk boleh. Jadi dihotel ada lift khusus sabbat yg naik turun sendiri dan selalu terbuka di setiap lantai. Jadi orang tinggal tunggu spt mau naik bis kota.
Koneksi Internet selama ini memakai Wifi di hotel atau di airport.
Di Abu Dhabi wifi tersedia di airport, tetapi tidak di Amman. Airport Amman memang besar tapi agak kuno. Kalau Abu Dhabi TV penunjuk jadwal pesawat sdh pakai LCD, kalau Amman masih TV tabung. Bahkan airport di Surabaya aja masih lebih bagus. Kalau Israel kita gak bakal tahu airportnya krn datang lewat darat, perginya juga nanti lewat darat lagi.
Lingkungannya sangat gersang baik di Abu Dhabi maupun Amman. Di Amman dimana-mana yg terlihat adalah padang pasir. Bahkan dari pesawat sebelum mendarat yg terlihat hampir semua padang gurun. Dari pesawat gurunnya terlihat seperti ular, bagus deh.
Tapi di Israel lingkungannya subur spt di Indonesia. Tapi suburnya tidak asli alias buatan, krn aslinya di Israel adalah padang gurun lho...
Di hotel Tiberias Wifi internet tersedia gratis dan lumayan cepat.
Lalu lintas di Amman sangat sepi, mobil dan penduduknya gak begitu banyak. Di Tiberias juga begitu. Apalagi disini berlaku yang namanya hari Sabbat yang berlaku dari sabtu sore sampai minggu malam. Bahkan yang beragama Yahudi fanatik, nyetir mobil atau menulis bahkan nulis atau mencet tombol lift aja tdk boleh. Jadi dihotel ada lift khusus sabbat yg naik turun sendiri dan selalu terbuka di setiap lantai. Jadi orang tinggal tunggu spt mau naik bis kota.
Perjalanan Israel hari ke 3
Perjalanan hari ini sebenarnya berkutat di sekitar tiberias - galilea.
Pagi bangun terus jam 06.00 langsung misa bersama. Habis itu makan siang dan langsung ke Kana disana utamanya orang datang berpasangan suami istri untuk meneguhkan kembali janji perkawinan. Disini juga terjadi mukzizat Yesus merubah air menjadi anggur). Terus beli suvenir yaitu anggur Cana (wine) 4botol USD10=40 shekel
Dari sini sekitar jam 10 siang ke Gunung Tabor dengan naik bis, terus naik taxi. Dijalanan melewati pemukiman Arab. Dipemukiman ini kita akan lihat banyak anak anak bermain. Mungkin karena ini hari minggu.
Tetapi yang menarik adalah hampir semua anak laki disini bermain pistol dan senapan. Kayaknya sejak kecil anak anak disini dipengaruhi aliran keras.
Disini juga ada jual minuman delima peras,harganya USD3.Tapi delimanya merah sekali dan sangat manis gak spt di Indonesia . Transaksi kebanyakan pakai USD, pakai shekel malah lebih mahal.
Dari sini lalu ke danau Galilea naik kapal spt yg dinaiki Yesus, lalu makan ikan (jam14.00)yang disebut ikan Petrus (karena dulu Petrus adalah nelayan dan yg banyak didanau ini adalah ikan ini (spt ikan emas).
Abis makan, ke Gereja Sabda Bahagia sampai jam 15.00
Terus ke Gereja Primat Petrus (tempat yesus turun menampakkan diri ke petrus dan mengangkatnya jadi Paus pertama)
-Ke Kapernaum (sinagoga ke 2 (yg asli dan yg dibangun kembali) dan rumah mertua petrus).
Sampe hotel lagi (msh nginap di Tiberias) jam 19.00 lsg makan.
Pagi bangun terus jam 06.00 langsung misa bersama. Habis itu makan siang dan langsung ke Kana disana utamanya orang datang berpasangan suami istri untuk meneguhkan kembali janji perkawinan. Disini juga terjadi mukzizat Yesus merubah air menjadi anggur). Terus beli suvenir yaitu anggur Cana (wine) 4botol USD10=40 shekel
Dari sini sekitar jam 10 siang ke Gunung Tabor dengan naik bis, terus naik taxi. Dijalanan melewati pemukiman Arab. Dipemukiman ini kita akan lihat banyak anak anak bermain. Mungkin karena ini hari minggu.
Tetapi yang menarik adalah hampir semua anak laki disini bermain pistol dan senapan. Kayaknya sejak kecil anak anak disini dipengaruhi aliran keras.
Disini juga ada jual minuman delima peras,harganya USD3.Tapi delimanya merah sekali dan sangat manis gak spt di Indonesia . Transaksi kebanyakan pakai USD, pakai shekel malah lebih mahal.
Dari sini lalu ke danau Galilea naik kapal spt yg dinaiki Yesus, lalu makan ikan (jam14.00)yang disebut ikan Petrus (karena dulu Petrus adalah nelayan dan yg banyak didanau ini adalah ikan ini (spt ikan emas).
Abis makan, ke Gereja Sabda Bahagia sampai jam 15.00
Terus ke Gereja Primat Petrus (tempat yesus turun menampakkan diri ke petrus dan mengangkatnya jadi Paus pertama)
-Ke Kapernaum (sinagoga ke 2 (yg asli dan yg dibangun kembali) dan rumah mertua petrus).
Sampe hotel lagi (msh nginap di Tiberias) jam 19.00 lsg makan.
Perjalanan Israel hari ke 2
Kalau di Abu Dhabi kita ke Amman via udara maka dari Amman ke Israel kita pake bis.
Kota Amman agak jarang penduduknya. Rumah-rumahnya letaknya berjauhan dan ratarata cukup luas. Bentuknya kebanyakan hanya kotak gitu aja. Agak keluar kota, yang terlihat ratarata berdebu banget krn jalanan dan rumah diapit olehh padang gurun.Memasuki perbatasan Israel mulai terlihat bedanya yg lebih hijsu.
Pemeriksaan di perbatasan Jordan-Israel sangatlah ketat
Jordan valley border
-periksa paspor diatas bis
-cek bagasi keluar dr Jordan via xray (turun semua brg dari bis)
-antri stempel departure dr Jordan
-periksa paspor diatas bis
-Pemeriksaan yg paling seru adalah waktu mau masuk Israel.
Luar biasa ketat. Beberapa anggota rombongan sempat dibongkar isi kopernya, termasuk Handoko.
Sebelum dibongka ditanyain, apakah ini benar barang kita. Saya jawab :iya benar. Trus ditanyain lagi : Apakah ada barang titipan orang lain untuk dibawa ke Israel ? Wah ini pertanyaannya bisa menjebak. Takutnya kalau wkt tasnya ditinggal, dimasuki sesuatu oleh org jahat. Kan ngeri juga klu terjadi spt itu.
AKhirnya tas dibongkar. Krn bawa aqua 500ml ada 10 botol. Suruh dikeluarkan dulu. Petugasnya org bule, wkt periksa pake sarung tangan... Kayaknya serius sekali. Setelah aqua dikeluarkan semua, dimasukkan lagi ke X Ray, sekali masuk, tas dimaju mundur, keluar masuk ada berapa kali tuh. AKhirnya lolos juga. Si bulenya membantu masukin barang-barang nya masuk sambil minta maaf.
PErbatasan Israel-Jordania memang katanya pemeriksaannya ketat sekali. Bahkan tour guide kita (cewek) yg sdh berkali-kali keluar masuk Israel diperiksa diruangan khusus dan disuruh buka sepatu dan kaus kakinya.
Ahirnya kita bisa masuk dan nginap di tiberias. Tinggal di Club Hotel persis disamping danau Galilea tempat Yesus sering berkotbah.
Kota Amman agak jarang penduduknya. Rumah-rumahnya letaknya berjauhan dan ratarata cukup luas. Bentuknya kebanyakan hanya kotak gitu aja. Agak keluar kota, yang terlihat ratarata berdebu banget krn jalanan dan rumah diapit olehh padang gurun.Memasuki perbatasan Israel mulai terlihat bedanya yg lebih hijsu.
Pemeriksaan di perbatasan Jordan-Israel sangatlah ketat
Jordan valley border
-periksa paspor diatas bis
-cek bagasi keluar dr Jordan via xray (turun semua brg dari bis)
-antri stempel departure dr Jordan
-periksa paspor diatas bis
-Pemeriksaan yg paling seru adalah waktu mau masuk Israel.
Luar biasa ketat. Beberapa anggota rombongan sempat dibongkar isi kopernya, termasuk Handoko.
Sebelum dibongka ditanyain, apakah ini benar barang kita. Saya jawab :iya benar. Trus ditanyain lagi : Apakah ada barang titipan orang lain untuk dibawa ke Israel ? Wah ini pertanyaannya bisa menjebak. Takutnya kalau wkt tasnya ditinggal, dimasuki sesuatu oleh org jahat. Kan ngeri juga klu terjadi spt itu.
AKhirnya tas dibongkar. Krn bawa aqua 500ml ada 10 botol. Suruh dikeluarkan dulu. Petugasnya org bule, wkt periksa pake sarung tangan... Kayaknya serius sekali. Setelah aqua dikeluarkan semua, dimasukkan lagi ke X Ray, sekali masuk, tas dimaju mundur, keluar masuk ada berapa kali tuh. AKhirnya lolos juga. Si bulenya membantu masukin barang-barang nya masuk sambil minta maaf.
PErbatasan Israel-Jordania memang katanya pemeriksaannya ketat sekali. Bahkan tour guide kita (cewek) yg sdh berkali-kali keluar masuk Israel diperiksa diruangan khusus dan disuruh buka sepatu dan kaus kakinya.
Ahirnya kita bisa masuk dan nginap di tiberias. Tinggal di Club Hotel persis disamping danau Galilea tempat Yesus sering berkotbah.
Subscribe to:
Comments (Atom)


















































