Sunday, September 27, 2009

Perjalanan Israel hari ke 8

Hari ini dari St.Catherine ke Cairo. Sepanjang perjalanan banyak terdapat gunung batu yang indah, tetapi makin dekat ke Cairo makin sedikit batu, tetapi makin banyak pasirnya. Sebelum masuk Cairo kita melewati terusan Suez dimana sebagian besar pendapatan Mesir berasal, selain tentu saja wisata yg berkaitan dgn pyramid dan makam Firaun. Terusan Suez ini adalah sebuah sungai buatan raksasa yg menghubungkan laut merah dan laut mediteran, sekaligus merupakan titik perbatasan antara 3 benua. Yaitu Eropa dibagian utara, Asia (dibagian timur, misalnya Israel) dan Afrika dibagian barat (Cairo dst). Jadi hari ini kita menyebrangi benua Asia ke Afrika melalui darat (terowongan dibawah Terusan Suez. Terusan Suez ini sangat besar dan dalam. Bahkan kapal paling besarpun bisa melewatinya. Karena ada perbedaan kettinggian air laut merah dan mediteran, maka dibuat pintu air yg sistemnya buka tutup agar kapan tidak bertabrakan krn hanyut oleh arus laut yg berbeda ketinggian.
Sebelum masuk kota kita melewati sungai Nil yg terkenal sebagai sungai terbesar di Mesir dimana pada jaman Perjanjian Lama, bayi Musa dihanyutkan untuk menyelamatkannya dari pembunuhan.
Kota Cairo adalah ibukota Mesir dgn penduduk 20 juta jiwa, 2x lipat Jakarta. Lalu Lintasnya semrawut. Diperempatan jalan lampu merah hampir gak diperhatikan lagi dan umunya nyetirnya ngebut. Kendaraan umum banyak VW combi.
Hari libur disin adalah Jumat dan Sabtu.Minggu adalah hari kerja yang pertama. Kebetulan sampai di Cairo hari Jumat, ada perkawinan di hotel dengan musik dibunyikan dgn volume maksimal, bahkan sampai di lantai 6 masih terdengar jelas. Malam kita berkeliling di sekeliling hotel ada 2 pesta perkawinan lain.

No comments:

Post a Comment