Kalau di Abu Dhabi kita ke Amman via udara maka dari Amman ke Israel kita pake bis.
Kota Amman agak jarang penduduknya. Rumah-rumahnya letaknya berjauhan dan ratarata cukup luas. Bentuknya kebanyakan hanya kotak gitu aja. Agak keluar kota, yang terlihat ratarata berdebu banget krn jalanan dan rumah diapit olehh padang gurun.Memasuki perbatasan Israel mulai terlihat bedanya yg lebih hijsu.
Pemeriksaan di perbatasan Jordan-Israel sangatlah ketat
Jordan valley border
-periksa paspor diatas bis
-cek bagasi keluar dr Jordan via xray (turun semua brg dari bis)
-antri stempel departure dr Jordan
-periksa paspor diatas bis
-Pemeriksaan yg paling seru adalah waktu mau masuk Israel.
Luar biasa ketat. Beberapa anggota rombongan sempat dibongkar isi kopernya, termasuk Handoko.
Sebelum dibongka ditanyain, apakah ini benar barang kita. Saya jawab :iya benar. Trus ditanyain lagi : Apakah ada barang titipan orang lain untuk dibawa ke Israel ? Wah ini pertanyaannya bisa menjebak. Takutnya kalau wkt tasnya ditinggal, dimasuki sesuatu oleh org jahat. Kan ngeri juga klu terjadi spt itu.
AKhirnya tas dibongkar. Krn bawa aqua 500ml ada 10 botol. Suruh dikeluarkan dulu. Petugasnya org bule, wkt periksa pake sarung tangan... Kayaknya serius sekali. Setelah aqua dikeluarkan semua, dimasukkan lagi ke X Ray, sekali masuk, tas dimaju mundur, keluar masuk ada berapa kali tuh. AKhirnya lolos juga. Si bulenya membantu masukin barang-barang nya masuk sambil minta maaf.
PErbatasan Israel-Jordania memang katanya pemeriksaannya ketat sekali. Bahkan tour guide kita (cewek) yg sdh berkali-kali keluar masuk Israel diperiksa diruangan khusus dan disuruh buka sepatu dan kaus kakinya.
Ahirnya kita bisa masuk dan nginap di tiberias. Tinggal di Club Hotel persis disamping danau Galilea tempat Yesus sering berkotbah.





No comments:
Post a Comment